Minggu, 11 Januari 2009

Nenek yang malang (original)

Di rumah keluarga Hartawan, Nenek Widya tidak terlalu diperhatikan, Hanya salah seorang cucunya yang sangat memerhatikannya. Nama cucunya itu adalah Ihkwan, walaupun ikhwan agak bodoh tapi dia sangat menyayangi neneknya itu.

Nenek widya adalah seorang yang kaya raya, namun sikapnya tegas kepada siapa saja termasuk pada cucunya, mungkin itu juga yang menyebabkan banyak anak cucunya tidak terlalu memerhatikan keadaanya.

Suatu pagi dirumah keluarga Hartawan ada kejadian yang sangat mengejutkan, pagi itu sang nenek terkapar jatuh kelantai ntah kenapa. Tapi itu mungkin juga karna faktor usia nenek widya yang sudah kepala tujuh.

Tidak berapa lama nenek langsung dibawa kerumah sakit dengan mobilnya yang sangat mewah…, Ikhwan dari tadi selalu memegangi tangan nenek. “Nenek jangan mati ne….nenek jangan mati ne” berulang kali ikhwan mengucapkannya, namun nenek masih terpejam…..

Setelah tiba dirumah sakit para perawat langsung menyambut sang nenek. Dan Nenek Widya pun langsung dipakaikan selang infus untuk membantu Nenek bernafas.

Setelah dua hari berada dirumah sakit, nenek mulai menunjukan adanya kemajuan, nenek sudah dapat membuka matanya, dan Ikhwan pun merasa sangat senang. Tepat pada hari itu juga, Ikhwan berusaha untuk berkomunikasi dengan sang nenek, karna hanya dengan ikhwanlah Nenek mau bicara ketimbang cucu-cucu lainnya yang hanya ingin warisannya saja.

Saat itu ikhwan berusaha mendekati Nenek tempat tidur sang nenek dengan cara mengangkat bangkunya mendekat ketempat tidur Nenek yang sedang terbaring, nenek pun sudah bisa mengerakkan tangannya sesekali membelai kepala Ikhwan.

Namun tiba-tiba nenek mengalami sesak nafas, Karna Ikhwan merupakan anak yang bodoh dia hanya duduk kebingungan melihat neneknya sesak nafas….., Nenek langsung mengambil secarik kertas yang ada di atas meja yang berada disamping tempat tidurnya.

Ikhwan pun bertanya dalam hatinya “Apakah Nenek mau memberikan seluruh warisannya kepadaku dengan menulis surat wasiat kepadaku” ,

Setelah menerima surat itu ikhwan langsung mengantongi secarik kertas tadi, tidak berapa lama si Nenek langsung meninggal dunia……, Ikhwan pun merasa sangat sedih atas meniggalnya Nenek kesayangannya itu…..

Setelah Selesai prosesi pemakaman Nenek Widya, Ikhwan pun teringat atas surat wasiat yang diberikan Nenek kepadanya….. .

Alangkah terkejutnya Ikhwan Membaca surat itu yang isinya ternyata !!!!!!!!!!!!!!

“Cucu tolong jangan di injak selang infusnya Nenek tidak dapat bernafas”

Itulah isi surat tersebut…………………………., Alangkah Malangnya nasib Nenek Widya.


Plezetan Original

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda